PKKMB 2026 Unsulbar Sebarkan Bibit Pohon, Penanaman Dipantau Lewat Geotag

banner 120x600

Majene — Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menerapkan mekanisme berbeda dalam kegiatan penanaman pohon pada PKKMB 2026. Jika sebelumnya penanaman dilakukan di wilayah kampus, tahun ini bibit pohon juga disebarkan kepada mahasiswa baru dan dosen untuk ditanam di luar kampus, Selasa (11/08/2026).

Dalam laporannya, Ketua Panitia PKKMB 2026 sekaligus Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Unsulbar, Daud Irundu, M.Hut., menyebutkan bahwa Unsulbar menyiapkan sebanyak 2.690 bibit pohon yang di sponsor oleh kementerian Kehutanan RI. Bibit tersebut terdiri atas tanaman durian, pala, selor, rambutan, dan sejumlah jenis tanaman lainnya.

Jangan Lewatkan  PKKMB Unsulbar 2026, Rektor Sampaikan Tiga Fondasi Penting bagi Mahasiswa Baru

Dekan Fapertahut yang kerap di panggil pak Daud menjelaskan, perubahan mekanisme penanaman dilakukan karena kondisi musim kemarau dan jumlah bibit yang cukup banyak. Bibit kemudian disebarkan ke luar lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya penghijauan.

Untuk memantau lokasi penanaman, mahasiswa baru dan dosen yang menerima bibit diwajibkan mengunggah foto geotag sebagai bukti lokasi penanaman. Foto tersebut memuat koordinat yang selanjutnya digunakan oleh tim penghijauan untuk memetakan titik-titik penanaman.

“Mahasiswa atau dosen yang menanam hanya mengumpulkan foto geotag nya saja sehingga ada koordinat. Tim penghijauan kemudian akan menginput titik koordinatnya sehingga dapat dioverlay ke dalam peta,” ujarnya.

Jangan Lewatkan  PPK Ormawa HIMAIPA Bentuk Kelompok Anak Nelayan dan Gelar Pelatihan Ecobrick

Sementara itu, mahasiswa baru yang tinggal di kos atau tidak memiliki lahan untuk menanam diarahkan memberikan bibit kepada teman atau kerabat yang memiliki lahan di wilayah Majene dan sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan agar bibit dapat ditanam dan dirawat dengan baik.

“Untuk mahasiswa yang tinggal di kos dan rumahnya jauh, bibit pohon diberikan kepada temannya yang memiliki rumah di Majene atau sekitarnya dengan tujuan tanaman ini dapat terawat dengan baik,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *