Unsulbar Gelar Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Budaya Mandar untuk Perawat di Majene

banner 120x600

Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melalui Tim PengaUnsulbar Gelar Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Budaya Mandar untuk Perawat di Majenebdian Hilirisasi melaksanakan kegiatan penguatan peran kepemimpinan berbasis nilai budaya Mandar bagi perawat di Puskesmas Totoli, Kabupaten Majene, pada Kamis (02/07/2026).

Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kinerja serta mutu pelayanan keperawatan komunitas.

Program yang didanai melalui Dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Unsulbar Tahun 2026 ini dipimpin oleh dosen Program Studi Keperawatan Unsulbar, Ns. Muhammad Amin R., S.Kep., M.Kep., dan Ns. Sahriana, S.Kep., M.Kep., serta didukung oleh sejumlah mahasiswa.

Jangan Lewatkan  Unsulbar Latih KWT Bukit Makmur Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

Sebanyak 28 perawat tercatat mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pre-test, pemaparan materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga post-test sebagai evaluasi pemahaman peserta.

Dalam pelaksanaannya, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mendiskusikan implementasi nilai-nilai kearifan lokal Mandar yakni sipamandar, sibaliparri, sipakaraya, siasayangi, dan malaqbiq sebagai landasan kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan berkualitas.

Mengutip siaran pers yang dirilis pada Senin (20/07/2026), tim pengabdian menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai tersebut dalam dunia keperawatan.

Jangan Lewatkan  PPK Ormawa HIMAIPA Tanam 100 Bibit Mangrove untuk Cegah Abrasi di Desa Galung Tuluk

“Penerapan nilai-nilai budaya Mandar bukan sekadar pelestarian tradisi, tetapi merupakan fondasi esensial dalam membangun kepemimpinan perawat yang kolaboratif, berintegritas tinggi, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat,” demikian bunyi kutipan pers rilis tersebut.

Melalui pelatihan ini, Unsulbar berharap para perawat dapat mengimplementasikan nilai-nilai lokal tersebut secara nyata dalam praktik kepemimpinan sehari-hari, sekaligus mendorong pengembangan pelayanan kesehatan berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan di Sulawesi Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *